BLOG BARU
July 19th, 2007 by semamuhadoPINDAHAN BLOG KE:
http://whasid.wordpress.com
Sila berkunjung ke blog baru saya
-Makhfud Saptadi bin Whasid-
PINDAHAN BLOG KE:
http://whasid.wordpress.com
Sila berkunjung ke blog baru saya
-Makhfud Saptadi bin Whasid-
"sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagimu"
"Sesungguhnya nafsu amat mendorong kepada kejahatan"
Mudah memang untuk berteriak dan bertempik "AYO BERJUANG!", "AYO KALAHKAN MUSUH!". Mudah dan sangat mudah.
Oh TUhan, Ya Fatta Hu Ya Karim…..
Engkau telah ciptakan dua musuh yang sangat jahat untuk menguji kami. Kami harus mengalahkan kedua musuh yang amat jahat itu untuk dapat menggapai ridhoMu. Itulah PERJUANGAN hakiki. Perjuangan yang telah dicontohi oleh para NAbi dan Para RAsul Alaihissalam. Itulah perjuangan para Siddiqin, MUqarrabin, dan wali-wali Allah.
YA Rahman YA Rahim…
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, yaitu jalan PAra Nabi, PAra Rasul, dan Wali-Wali Allah. Merekalah ‘The Real Champion’ karena mereka telah mampu menundukkan nafsu mereka tunduk setunduk-tunduknya kepadaMu Ya Ilahi Rabbi.
Saya minta ampun ya Allah…
Ya Ghofur Ya Rahim…kasihanilah bangsa ini…
Angkatlah bala bencana di bumi Indonesia ini…
Curahkanlah rahmat dan berkatMu Ya Rahman Ya RAhim….
Saya harap itulah yang dirasakan oleh ribuat jemaat yang menghadiri Doa Untuk Bangsa.
Saat akal sudah tak mampu lagi. Ketika tiada lagi tempat bersandar dan meminta tolong, MENGAPA MASIH SOMBONG?
Bukankah kita hamba yang lemah. Tiada daya dan upaya yang kita miliki kecuali dengan izin Allah.
Saudaraku….
kembali kepada Allah bukan hanya sekedar merintih, ampun ya Allah…ampun…tolonglah hambaMu ini. Tak cukup sekedar itu saudaraku.
Saudaraku…
ingatlah kembali cerita kaum Nabi Yunus setelah Nabi Yunus meninggalkan mereka karena tidak mau mengikuti ajakan Nabi Yunus untuk meng-Esa-kan Allah. Lalu Allah timpakan kepada mereka azab dan bala bencana. Mereka pun insyaf dan ingin kembali kepada Allah. Bagaimana mereka kembali kepada Allah? MEREKA KEMBALI KEPADA ALLAH DENGAN CARA MENCARI NABI YUNUS!
Ingatlah pula cerita kaum Bani Israil di zaman NAbi Samuel. Ketika itu mereka dijajah oleh Jalut. Mereka pun meminta tolong kepada Nabi Samuel agar menunjuk seorang pemimpin untuk memimpin mereka berperang. Nabi Samuel pun berdoa dan kemudian beliau mendapat wahyu bahwa yang menjadi pemimpin adalah Tholut seorang petani kampung.
Saudaraku….
sia-sia saja kita merintih kalau kita tidak mencari ORANG TUHAN. Di zaman nabi dan rasul, nabi dan rasul itulah ORANG TUHAN. Sekarang ini, di zaman ketiadaan nabi dan rasul maka ORANG TUHAN itu adalah MUJADDID. Dia akan datang setiap awal seratus tahun hijriah. Carilah dia. Merujuklah kepada dia. Berserah dirilah padanya, untuk dibawa menuju Allah.
Siapakah Mujaddid abad 15 Hijriah ini?
Dialah Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi.
Rasulullah Muhammad
SAW dan Ahlul Baitnya
Dalam Shahih Muslim ada sebuah hadis Rasululah yang
meriwayatkan bahwa Zaid bin Al Arqam berkata: Rasulullah SAW berkhutbah di
hadapan kami di tempat mata air bernama Khuma antara Makah dan Madinah. Baginda
memanjatkan syukur kepada Allah SWT, mengingatkan dan memberi nasehat kepada
kami, kemudian bersabda: “Amma ba’du. Hai sekalian manusia,
sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Utusan Tuhanku (yakni Malaikat Maut)
hampir tiba dan aku harus memenuhi panggilanNya. Aku tinggalkan pada kalian
Ath-Thaqalain (dua bekal berat). Yang pertama adalah Kitabullah, di dalamnya
terdapat petunjuk dan cahaya terang. Maka amalkan dan berpegang teguhlah
kepadanya.”
Setelah berhenti sejenak baginda melanjutkan: “Dan Ahlul
Baitku. Aku ingtkan kalian kepada Allah mengenai Ahlul Baitku, aku ingatkan
kalian kepada Allah mengenai Ahlul Baitku, aku ingatkan kalian kepada Allah
mengenai Ahlul Baitku.”
Bagi saya, yang telah hidup
hampir 25 tahun di muka bumi ini, saya tidak pernah diajar mengenai siapa ahlul
bait itu dan bagaimana bersikap dengan ahlul bait. Rupanya, ahlul bait itu
adalah wasiat Rasulullah yang Rasulullah sendiri telah memberikan panduan
mengenai para ahlul bait itu. Abuya-lah yang pertama kali mengajar saya mengenai
ahlul bait ini 2 tahun lepas.
Kemudian, saya berjumpa dengan
sebuah buku yang cukup bagus bercerita mengenai ahlul bait dan perannannya
dalam penyebaran Islam di Nusantara ini. Buku itu berjudul: Mengenal Ahlul Bait
Rasulullah SAW tulisan HMH Al Hamid Al Husaini.
Saat ini saya baru menemukan buku
yang juga cukup bagus mengenai keluarga dan keturunan Rasulullah saw. Disusun
oleh sepasang suami istri (Tun) Suzana (Tun)
Hj Othman dan Hj. Muzaffar Dato’ Hj Mohamad. Judulnya: Ahlul Bait (keluarga)
Rasulullah SAW dan Kesultanan Melayu.
Sebuah buku yang layak disimak
mengingat banyaknya ahlul bait di sekeliling kita di Nusantara ini. Atau
jangan-jangan Anda juga termasuk Ahlul Bait tetapi sudah tidak menyadarinya
atau tidak ambil peduli? Sehingga tidak mampu bersikap
Allahumma sholli ‘ala sayidina Muhammad
wa ‘ala alihi wasohbihi ajma’in.
Kebesaran Para Sahabat
Sahabat - Sahabat ibarat bintang-bintang dilangit
Demikianlah sabda Nabi
Mana satu dikalangan mereka diikut dapat petunjuk
Mereka itu adalah murid murid yang paling berjaya
Dalam satu zaman semenjak dunia diwujudkan
Berjaya didunia cemerlang di Akhirat
Kerana mereka itu Nabi gurunya
Mereka sangat takut dan cintakan Tuhan dan cinta kepada Nabinya
Akhirat diutamakan mereka
Dunia dipandang murah sahaja oleh mereka
Dengan Nabi sangat setia, sama sama berjuang sama sama susah dan senang
Sama sama ikut berhijrah bersama Nabi ke Madinah
Bersusah payah, apa sahaja disuruh Nabi mereka taat
Kemana saja disuruh pergi mereka taat
Apa saja disuruh Nabi mereka buat
Kemana saja disuruh Nabi mereka taat
Mereka Sahabat, menganggap Nabi adalah gurunya , ibunya, bapanya,
pemimpinnya dan kawan setianya
Taatnya kepada Nabi tidak berbelah bagi
Apa saja diperintah Nabi ditunaikan
Nabi sungguh cinta dan kasih kepada mereka
Nabi merasakan mereka macam anak-anaknya
Satu dua hari saja Nabi tidak bertemu dengan salah seorang mereka
Nabi sudah bertanya-tanya
Mana Sipolan? kemana perginya? sakitkah dia?
Begitulah Nabi terhadap mereka
Para Sahabat, berjuang adalah budaya mereka
Malam mereka menjadi Abid siang menjadi singa
Pada peringkat awal Islam para Sahabat menerima ujian berat
,tapi mereka sabar
Ada yang dibunuh, dicacatkan anggota, berpisah dengan keluarga
Mereka mengembangkan ajaran Islam berselerak dimerata dunia
Sahabat ada yang mati didalam peperangan, syahidlah mereka
Mereka Para Sahabat yang mati diperantauan ¾ banyaknya atau ramainya
Kerana itulah Islam cepat berkembang
Islam cepat berkembang pesat merata dunia dalam masa yang singkat saja
Islamnya kita ini adalah jasa mereka
Sahabat nabi adalah obor dunia, bintang dilangit
Dosa-dosa mereka diampunkan kerana bersahabat dengan baginda
Mereka adalah suri tauladan, ikutan, contoh sepanjang zaman selepas Nabinya
Mereka itu adalah bayangan Nabi
Mereka Sahabat, apabila bertemu Nabi susah hendak berpisah
Apabila berpisah sangat merindui Nabi mereka
Cacat cela mereka sedikit sangat
Patut, mereka bukan Nabi, tentu sekali tidak maksum dari kesilapan
Mereka adalah benar-benar Ulama ul Amilin, Pewaris Nabi
Tempat sandaran Umat dizamannya
Sejarah mereka diabadikan membayangkan jasa mereka
Murid-murid mereka adalah para Tabiin yang banyak berjasa kepada agama
Para-para Tabiinlah yang menyambung perjuangan mereka merata dunia
Masyarakat Sahabat macam satu keluarga
Berkasih sayang sesama bersatu padu bagaikan susunan batu bata
Rasa bersama, bekerjasama
Semasa hidup Nabi, mereka adalah duta-duta Rasul menjelajah dunia membawa agama
Dimasa Nabi hidup lagi mereka sudah sampai ke negeri Cina
Mempromosi Tuhannya, diantara mereka Abdullah Al Bahili namanya
Sahabat pertama ke negeri Cina
Mereka dihantar oleh Nabi dimasa hidupnya lagi
Bertemu raja-raja , pembesar-pembesar dunia dan qaisar dan kisra
Bukan beramai-ramai dihantar, hanya dihantar oleh Nabi seorang untuk seorang saja
Ada dikalangan mereka sampai saja bertemu raja, membawa mesej Rasul, dia dibunuh oleh raja, selepas itu raja itu terhina
Kerajaannya jatuh dibawah kaki Sahabat hasil doa Nabi yang murka
Ada raja yang menerima ada raja yang menghina
Ada pembesar yang menerima tapi tidak menukar agamanya
Sungguh besar jasa Sahabat hidup mati mereka seluruhnya untuk Tuhan dan Rasulnya
Kehebatan para sahabat memperjuangkan agama ,
disitulah dapat dilihat kebesaran Rasul sebagai gurunya
Berjaya Rasul mendidik mereka ke tahap cemerlang dan luar biasa
Tidak ada mana-mana guru yang boleh membuatnya
Patutlah Nabi memberi mereka jolokan Sahabat laksana bintang-bintang dilangit
Mereka adalah pelita-pelita dilangit dan obor-obor dibumi
Patutlah mereka mendapat gelaran dari Tuhan Radhiullahu Anhum
(Allaha redha dengan mereka ).
Sungguh berjasa sahabat terhadapa agamanya., jasa mereka patut dikenang lebih-lebih lagi Sahabat-Sahabat besar seperti Khulafa ul Rashidin, oleh itu krisis mereka selepas wafat Nabi ,jangan dikomen dan jangan dicerca, kita kalau tidak ada krisispun tidak sebesar jasa mereka , betapalah kalau kita berkrisis lebih lagilah kita tidak ada nilainya
Mereka dalam berkrisispun masih mampu mengembangkan agama
dan menawan daerah musuh-musuhnya
Sekian sahaja. Allahuma Ardha a’n hum
6 tahun yang lalu, guruku berekspedisi. Setelah ekspedisi itu, beliau menulis sajak berikut:
Guruku mengatakan:
ALLAH Taala adalah sumber bahagia
Ini bukan semua orang yang boleh merasa
Ini hanya dapat dirasa oleh jiwa yang bertaqwa
Berdoa sahaja sudah rasa sedap
Sekalipun belum tentu dikabulkan doa
Bercakap-cakap dan berbisik-bisik dengan Tuhan
Sudah terasa lazatnya
Bermunajat dengan-Nya terasa indahnya
Allah Taala terasa dekat
Tapi tidak berantara dan bercara
Ia terasa ada di mana-mana
Tapi tidak ada di sana
Kita terasa sangat Ia bersama kita
Semuanya tidak bercara
Tuhan dirasakan sangat diperlukan
Masya-Allah indahnya bertuhan
Rahmat-Nya dan kurniaan-Nya seperti dirasakan
Sama ada yang nyata mahupun yang tidak nyata
Setiap detik dia mengurniakan
Allah! Allah! Allah!
Besarnya erti hidup bersama Tuhan
Tuhan adalah hidup mati kita
Tuhan adalah segala-galanya
Jangan lupakan Tuhan!
Itulah guruku. Kebahagiannya adalah karena pengenalan dan keyakinannya kepada Allah yang begitu mendalam. Oh…kapan aku bisa meniru guruku ini?
Ya Allah,
Engkau kenalkan bahwa
Engkau adalah Tuhan
aku bangga ya Allah
Engkau adalah Tuhanku
aku sembah Engkau
selalu
tidak jemu-jemu
jangan masukkan ke dalam hatiku jemu menyembahMu
ya Allah
aku redho Engkau adalah Tuhanku
jangan Engkau tukar redhoku selainMu
aku harap Engkau juga redho denganku
redha meredhailah kita berdua
hingga bertemu
Ya Allah aku berlindung dengan Engkau
dari ku jadikan Tuhan selainMu
Engkau sudah cukup bagiku sebagai Tuhan
memiliki Engkau aku rasa bahagia
jangan Engkau jadikan aku
memiliki selainMu
Tuhan karena kelemahanku
aku tidak dapat lagi mencintaiMu
tapi tidak benci
walaupun begitu jangan pula Engkau tidak mencintai
aku
aku coba mencintaiMu, Tuhan
tapi belum menjadi kenyataan
dengan rahmatMu Tuhan
anugrahkanlah rasa cintaku kepadaMu
dan juga cintaMu kepadaku
kuharap kita cinta mencitai
kita berdua cinta mencintai biarlah kekal abadi
wahai Tuhan
Dalam surat Al
Imran ayat 31 Allah berfirman yang bermaksud:
Katakanlah Muhammad: "Jika kamu
(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni dosa-dosamu."
Dalam ayat ini sangat jelas Allah menegaskan
bahwa kita tidak mungkin mencintai Allah tanpa mengikuti, mencintai dan menaati
Rasulullah.
Permasalahan yang timbul adalah, bagaimana
mengikuti Rasul yang sudah 1400 tahun lalu wafat? Rupanya, ada cara yang Allah
buat supaya kita bisa mengikuti, mencintai dan mentaati Rasul akhir zaman
tersebut walaupun kita sudah ditinggalkannya 1400 tahun.
Bagaimana cara itu?
Rasulullah bersabda yang bermaksud: ‘ Allah akan mengutus di setiap awal seratus
tahun seorang yang akan memperbaharui agamaNya (Mujadid). Riwayat Abu Daud.
Itulah caranya wahai saudara-saudaraku yang
mendambakan cinta hakiki yaitu cinta Ilahi. Jelas dan sangat jelas sekali bahwa
rupanya perjuangan Rasulullah saw akan disambung oleh MUJADDID-MUJADDID yang
akan datang setiap seratus tahun sekali. Ketika kedatangan mujaddid maka
kebenaran itu ada pada dia. Untuk cinta Allah pun kita harus mencari dan bila
bertemu kita wajib membaiahnya (janji setia) supaya dia memandu dan membimbing
kita menuju Allah. Mujaddid ini adalah foto copy Rasulullah dalam hal
akhlaqnya, keberaniaanya, ilmunya, dll.
Mengapa wajib mencarinya dan kalau sudah
menemukannya wajib membaiahnya???
Sangat
jelas dalam hadis yang masyur:
‘wajib atas kalian berjamaah’
maksudnya kalau
berjamaah itu kan harus ada imamnya. Siapa imam yang paling afdol? ya mujaddid itulah! Dia kan utusan Tuhan yang datang setiap awal
seratus tahun. Dialah orang paling bertaqwa di zaman itu. Dia mampu mewujudkan
sistem Islam dalam jamaahnya dan musuh2nya tidak mampu menghancurkannya.
‘barangsiapa yang tidak ada tanggungan baiah di
pundaknya, kalau dia mati maka matinya dalam keadaan jahil’
maksudnya kan
sangat jelas. Dari dua hadis masyur ini, kan sangat jelas kita wajib berjamaah
dan membaiah imam. Dengan kata lain, kalau saat ini kita dalam kondisi nggak
punya jamaah dan kita tidak membaiah imam maka naas sebetulnya nasib kita.
MUSTAHIL KITA AKAN DAPAT MENCINTAI ALLAH!!!
Kalaulah kita
tidak mencari jamaah dan mencari imam yang akan kita baiah maka kondisi kita
akan menjadi seperti yang Rasulullah gambarkan:
‘Barangsiapa yang tidak dalam jamaah maka dia
seperti domba yang terpisah dari kumpulannya. serigala akan menerkamnya’
Maksudnya kan
jelas sekali, kalau kita tidak dalam jamaah dan tidak ada yang menggembala kita
(ada tanggungan baiah), maka kita akan jadi mangsa empuk si serigala (setan dan
nafsu). Gimana mo lawan nafsu dan setan, mereka kan bisa liat kita tapi kita
nggak bisa melihat mereka. KAlau kita tidak digembala oleh MUJADDID (kekasih
Allah/ orang yang tembus pandangan batinnya/ Ketua para wali Allah) maka
habislah kita.
Ketika ku hanyut semakin jauh
semakin kugapai semakin tenggelam
ketika tujuan hidup semakin kabur
kurasa ku mati sebelum kematian
apalah artinya hidup tanpa pimpinan
tiada cahaya tiada panduan
tanpa cinta dan kasih sayang buat Tuhan
segala yang kumiliki tiada berharga
tak kan kugapai cintamu tanpa pimpinan
kuterus mencari jalan kebenaran
namun yang kutemui tidak dapat obati
kerinduanku kepada pemimpin kebenaran
biarlah kuarungi tujuh samudra
kebarat
ketimur kemana saja
bahkan kurela merangkak diatas salju
asalkan ku dapat keajaiban
Tuhan manakah pemimpin
yang telahEngkau janjikan
yang menjadi bayanganRasulullah di akhir zaman
kuperlu keajaiban
tak mungkin cara biasa
tak cukup dengan logika
Tuhan kutagih janjiMu
walau payah ku menunggu
Syair diatas
menggambarkan rasa hati seorang yang gundah gulana mencari pemimpin kebenaran
yang akan menggembalanya menuju Allah. Pemimpin yang mampu membawanya ke tahap
mencintai Allah.
Saudara-saudaraku
yang dikasihi oleh Allah,
Tak sadarkah kita
bahwasanya kita ini ada di awal seratus tahun????
Bukankah ini
adalah tahun 1427H???
ini kan artinya
kita ada diawal seratus tahun yang Allah janjikan akan kedatangan seorang
MUjaddid.
KIta berada dalam
satu masa yang bertuah. Satu masa yang luar biasa. Kita berada di masa yang
sama seperti ketika kedatangan Mujaddid yang pertama yaitu Umar Bin Abdul Aziz,
masa kedatangan Mujaddid kedua yaitu Imam syafii dan seterusnya hinggalah kini
kita di awal seratus tahun yang ke 14. INILAH MASA TIBANYA UTUSAN ALLAH YANG
BERGELAR MUJADDID. Dia bukan nabi dan bukan pula Rasul, tapi dia adalah
bayangan Nabi kita MUhammad saw dalam setiap aspek kehidupannya.Taraf dia
adalah orang yang sangat bertaqwa. Dialah waliullah di zaman ini. Dia datang
bersama jamaahnya. Tak mungkin dia itu ‘lone ranger’. Pengikutnya (domba2
gembalaannya) pun mampu memberikan ketaatan yang tidak berbelah bagi bagi
Mujaddid itu. Pengikut2nya begitu sami’na waata’na berbaris bak bebek-bebek yang
mau dipulangkan ke kandangnya. Dia
datang membawa sistem kehidupan Islam, di seluruh bidang kehidupan spt:
ekonomi, pendidikan, kebudayaan, teknologi, dlldll.
Siapakah dia?????????????????????????????????????
Tak salah kiranya
kalau saya sebut MUJADDID kurun ini adalah ABUYA SYEIKH IMAM ASHAARI MUHAMMAD
AT TAMIMI. Bahkan bukan hanya mujaddid, tapi derajatnya adalah Al Fata At
TAmimi (The Tamimi Youth/ Putra Bani Tamim). Dialah pemegang panji-panji hitam
(kekuasaan) Al Mahdi.
Jangan tolak dan
komen dahulu sebelum tuan-tuan sekalian:
Kalau 4 poin
diatas sudah dibuat, silakan tolak dan silakan komen. Tapi bila itu belum
dilakukan mending diam, wait and see. Orang yang bijak akan mengkaji sesuatu
itu secara mendalam dahulu sebelum membuat kesimpulan.
Atau siapa tahu
ada yang mempunyai pendapat bahwa ada orang lain yang layak menduduki derajat
MUJADDID kurun ini selain Abuya Ashaari Muhammad, silakan dipaparkan. Bila Anda
‘nemu’ yang MUJADDID itu bukan Abuya, maka bukan hanya Saudara Affan, saudara
Rizal, saudara Adnan, TAPI ABUYA SENDIRI AKAN MENDATANGINYA DAN AKAN BERBAIAH
KEPADANYA.
Ketika kuhanyut semakin jauh
semakin kugapai semakin semakin tenggelam
ketika tujuan hidup semakin kabur
terasa ku mati sebelum kematian
apalah artinya hidup tanpa pimpinan
tiada cahaya tiada panduan
tanpa cinta dan kasih sayang buat Tuhan
segala yang kumiliki tiada berharga
Well, berikut ini marilah kita simak penggalan khutbah Mursyidku.
Mursyidku itu adalah MUJADDID di kurun ini. Dia pun bukan sembarang MUJADDID, dia adalah AL FATA AT TAMIMI (PUTRA BANI TAMIM) yang Tuhan janjikan kedatangannya di akhir zaman. Dia adalah tangan kanan kepada IMAMUL MAHDI.
Selamat menyimak:
Khutbah Aidil Fitri 1427 H
Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi
Chairman Rufaqa’ Corporation International
KINI GILIRAN MELAYU MENERAJUI EMPAYAR MELALUI ISLAM
KHUTBAH 1
Saudara-saudari para hadirin yang dihormati sekalian:
Marilah kita sama-sama bersyukur kepada Allah SWT dengan sebenar-benar
syukur. Kerana Allah telah memanjangkan umur kita dan kerana kita telah sama-sama
dapat mengisi bulan Ramadhan dengan berpuasa pada siang hari, mengerjakan
sembahyang tarawih pada waktu malam, ditambah lagi dengan ibadah-ibadah lain
seperti membaca Al-Quran, membayar zakat fitrah dan lain-lain lagi. Sebentar tadi
kita sama-sama bertakbir, bertasbih, bertahmid diiringi dengan sembahyang sunat
Aidilfitri dan doa. Dan sekarang kita sama-sama mendengar khutbah hari raya
Aidilfitri.
Moga-moga pada pagi ini kita benar-benar dapat bersyukur dan bertafakur.
Kita bersyukur di atas nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita
semua, sepertimana yang telah disebutkan tadi. Dan kita bertafakur atau berfikir,
merenung dan muhasabah diri apakah ibadah kita sebulan Ramadhan itu telah
diterima Tuhan.
Saudara-saudari yang dihormati sekalian:
Pada pagi hari raya yang mulia ini Allah telah menganugerahkan nikmat yang
maha besar kepada golongan muttaqin. Orang-orang bertaqwa ini sahajalah yang
layak menyambut hari raya ini kerana Allah telah menganugerahkan kepada mereka
maghfirah, rahmat dan ganjaran besar. Hadiah itu mereka dapat kerana mereka telah
berjaya bermujahadah dan beribadah sungguh-sungguh di dalam bulan Ramadhan
yang lalu.
Selain maghfirah, rahmat dan ganjaran syurga kepada orang-orang bertaqwa,
Allah juga menjanjikan pertolongan dan kemenangan yang dekat. Di antara
pertolongan dan kemenangan yang dekat itu ialah Allah akan mewariskan bumi ini
kepada orang-orang yang bertaqwa, sebagaimana yang Allah janjikan Al Quran:
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu
dan mengerjakan amalan soleh, bahwa Dia akan menjadikan mereka berkuasa di
atas permukaan bumi ini, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang
sebelum mereka berkuasa, dan sesungguhnya Dia akan meneguhkan bagi mereka
agama yang telah diridhainya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar
keadaan inereka, sesudah mereka berada didalam ketakutan menjadi aman sentosa.
Mereka tetap menyembahku tanpa menyekutuiku dengan sesuatu apapun denganKu.
Dan barangsiapa yang tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang
yang fasiq. " (An Nur, 24: 55)
Dalam ayat ini Allah telah berjanji dan menetapkan syarat kepada umat Islam
bagaimana hendak mendapatkan janji kemenangan dari Allah itu. Allah akan
menjadikan umat Islam itu berkuasa di atas muka bumi ini dengan syarat mereka
mengusahakan taqwa. Sedangkan taqwa itu bersifat maknawi dan susah untuk
difahami. Lebih-lebih lagi susah untuk diusahakan tapi begitulah ketetapan-Nya. Ada
pun orang kafir boleh juga kecapi nilanat hidup tanpa taqwa adalah kerana disiplin
Tuhan untuk mereka itu lain daripada apa yang diperuntukkan pada orang Islam.
Tuhan telah buat dua bahagian iaitu:
1. Orang Islam kalau hendak berjaya mesti dengan taqwa (kekuatan ruh)
2. Orang bukan Islam kalau hendak berjaya mestilah dengan quwwah (kekuatan
lahir)
Kekuatan lahir nampak jelas dengan mata, kekuatan jiwa pula tidak nampak
dengan mata. Sebab itu orang Islam yang tidak faham, lebih suka mengusahakan
kekuatan lahir untuk berjaya. Sedangkan Tuhan tidak janjikan begitu. Orang yang
memilih Islam sebagai agamanya patut faham agamanya bahawa untuk berjaya dia
kena usahakan taqwa (jiwa kuat dengan Tuhan). Taqwa adalah dasar atau asas, usaha
lahir untuk memperkuatkan sahaja. Umat Islam tanpa asas taqwa, sekuat manapun
usaha lahirnya tidak akan dapat kejayaan yang Tuhan janjikan itu.
Saudara-saudari sidang hadirin yang dihormati sekalian:
Hari ini hari raya Aidilfitri 1427 Hijriah, kita berada di awal kurun ke-15
Hijriah. Ini adalah satu masa yang sangat bertuah kerana di awal kurun inilah Tuhan
menjanjikan satu kemenangan besar untuk umat Islam. Allah melalui lidah Rasul-Nya
telah mengkhabarkan satu berita gembira yang Tuhan simpan untuk umat akhir zaman
iaitu bangsa Melayu akan menjadi empayar melalui Islam tidak lama lagi. Ia akan
bermula di kurun ini. Berlakunya adalah sepertimana yang pernah berlaku kepada
bangsa Arab 1500 tahun yang lalu dan bangsa Turki 800 tahun yang lalu.
Empayar Islam kali kedua ini akan diterajui oleh bangsa kita, bangsa Melayu.
la bukan angan-angan tetapi adalah satu kenyataan kerana telah diisyaratkan melalui
lidah Rasulullah SAW untuk umat Islam akhir zaman. Mari kita lihat hadits-hadits
Rasulullah yang menggambarkannya.
Rasulullah bersabda yang bermaksud
"Telah berlaku Zaman Kenabian ke atas kamu, maka berlakulah zaman Kenabian itu
sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkat zaman itu.
Kemudian berlakulah zaman Kekhalifahan (Khulafaur Rasyidin) yang berjalan
seperti Zaman Kenabian. Maka berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah
kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya pula. Kemudian berlakulah zaman
pemerintahan yang menggigit (zaman Fitnah) Berlakulah zaman itu sepertimana
yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya pula. Kemudian berlakulah
zaman penindasan dan pennzaliman (zaman pemerintahan diktator dan demokrasi)
dan berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlakulah
pula zaman kekhalifahan (Imam Mahdi dan Nabi Isa) yang berjalan di atas cara
hidup zaman Kenabian. "
(Hadits riwayat Ahmad)
Berdasarkan hadits di atas Allah telah siapkan satu plan pemerintahan dunia mengikut
urutan berikut:
1. Zaman Kenabian
2. Zaman Kekhalifahan
3. Zaman Fitnah
4. Zaman penzaliman
5. Zaman kekhalifahan yang berjalan di atas cara hidup Zaman Kenabian iaitu
zaman Imam Mahdi dan Nabi Isa.
‘Grand Design’ di atas membuktikan bahawa Rasulullah telah
menggambarkan bahawa Islam akan melalui satu perjalanan yang menyaksikan
pergiliran era kemenangan dan kegemilangan, kejatuhan dan kegelapan. Era
seterusnya akan ditutupi dengan kemuncak kegemilangan kali kedua.
Di sebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah yang bermaksud:
Daripada Ibnu Umar r.a, bahawa Rasulullah SAW sambil memegang tangan
Sayidina Ali; baginda berkata: "Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang
memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu menyakini demikian itu
hendaklah bersama Putera dari Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari
sebelah Timur dan dialah pemegang Panji panji Al Mahdi "
(Hadtis riwayat At Tabrani)
Hadits ini menggambarkan bahawa ada dua pemimpin yang Tuhan janjikan
untuk memimpin kebangkitan Islam akhir zaman itu iaitu Putera Bani Tamim dan
Imam Mahdi. Putera Bani Tamim itu adalah pemegang panji-panji Al Mahdi yakni
pemimpin yang mengasaskan sebuah daulah Islamiyah yang měnjadi tapak empayar
Islam dan akan diserahkan kepada Imam Mahdi.
Kenyataan hadits bahwa Imam Mahdi dan Putera Bani Tamim adalah
Penyelamat yang bakal tiba, nampaknya hari ini semakin diterima, ditunggu bahkan
dirindui oleh masyarakat, samada di Malaysia dan di seluruh dunia. Bangsa asing pun
ikut menunggunya mengikut istilah bahasa masing-masing.
Dalam hadits itu juga dinyatakan bahawa kebangkitan itu bermula dari Timur,
ertinya ia diasaskan dan diperjuangkan oleh pemimpin dan bangsa dari Timur. Jika
dinilai samada secara geografi atau watak bangsa yang Rasulullah sebutkan dalam
haditshadits berkenaan maka bangsa Timur yang dimaksudkan ialah bangsa Melayu,
khususnya Malaysia.
Menyatakan orang Melayu khususnya dan orang Timur umumnya akan
menerima giliran untuk menerajui empayar Islam akhir zaman, pun nampaknya tidak
mustahil lagi. Sementelahan pula bangsa Melayu memang belum lagi mendapat
giliran untuk menerajui empayar Islam sepertimana telah berlaku pada bangsa Arab
dan Turki. Sekarang umat Melayu menjangkau 300 juta orang. Bilangan umat Islam
yang terbesar didunia.
Menyatakan Malaysia akan jadi daulah Islam yang akan diserahkan oleh
Putera Bani Tamim kepada Imam Mahdi, nampaknya watak Malaysia memang
seperti sedang diproses untuk menuju ke arah daulah Islamiyah. Penerapan Islam
dalam semua aspek kehidupan paling ketara berlaku di Malaysia. Kerajaan pula telah
mengisytiharkan Malaysia sebagai Negara Islam Hadhari dengan aman damai
walaupun rakyatnya terdiri dari berbilang kaum dan agama. Ini adalah satu petanda
awal yang membenarkan janji Tuhan akan berlakunya empayar Islam di akhir zaman
yang tapaknya ialah sebuah daulah Islamiyah. Suasana begini tidak berlaku di tempat
lain, keamanan dan keharmonian ini tidak berlaku pada bangsa lain. Pencapaian
Malaysia ini bukan berlaku dengan sendirinya, melainkan hasil didikan dan pimpinan
dari orang-orang Tuhan yang diutuskan untuk zaman ini yang Tuhan pilih dari
kalangan bangsa Melayu.
KHUTBAH 2
Sidang hadirin yang dimuliakan:
Saya telah katakan sebelum ini bahawa Melayu akan menjadi empayar melalui
Islam tidak lama lagi. Ini adalah khabar gembira buat bangsa Melayu dan semua
bangsa yang inginkan keamanan dan kedamaian. Ia bukan dicetuskan oleh orang
politik melalui sistem demokrasi, komunis atau mana-mana sistem yang ada di dunia.
Tetapi ia akan berlaku melalui dakwah dan tarbiyah dengan penuh kasih sayang.
Apabila ia berlaku penuh dengan aman damai dan harmoni, semua bangsa
gembira dan bahagia. Kehidupan yang penuh ketakutan dan pancaroba sudah berlalu.
Semua bangsa dan negara ingin bernaung di bawah pemimpin ini. Kepimpinan ini
akan berlaku hinggalah kepada kedatangan Nabi Isa as. yang membawa rahmat bukan
hanya kepada umat Islam tetapi juga diterima oleh agama samawi yang lain seperti
Yahudi dan Kristian.
Apakah yang sepatutnya kita lakukan agar suasana indah, aman, makmur yang
Tuhan janjikan itu dapat segera menjadi kenyataan? Ini adalah kerja besar yang hanya
mampu dilakukan oleh pemimpin yang dijanjikan, yakni yang bertaraf mujaddid yang
Allah bekalkan dengan ilmu ilham dan karamah untuk mempastikan kepimpinannya
itu berjaya. Pemimpin yang dijanjikan itu sahajalah yang mampu mendidik dan
memimpin masyarakat untuk mengamalkan agama itu benar-benar sebagaimana yang
Allah kehendaki yakni sebagai cara hidup (Ad-Din) yang selamat dan menyelamatkan
(Islam).
Tuhan tidak kata agama itu selamat (Assilmu) tetapi Islam, ertinya selamat dan
menyelamatkan. Kalau ertinya selamat sahaja, ia hanya disebelah pihak. Sedangkan
Allah maksudkan Islam itu selamat dan menyelamatkan, ertinya siapa yang amalkan
Islam itu kesannya memberi kebaikan dan keuntungan kepada orang lain sekalipun
orang kafir. Ad-Din itu pula adalah cara hidup yang telah diamalkan oleh Rasulullah
bersama para Sahabat, dan memberi rahmat kepada orang lain, memberi kebaikan
kepada manusia lain sekalipun bukan beragama Islam.
Yang dapat mewujudkan kehidupan selamat dan menyelamatkan ini hanya
datang dari Tuhan sahaja, samada pemimpinnya mahupun kaedahnya. Oleh itu,
apabila kita telah bertemu dengan pemimpin yang dimaksudkan itu, maka wajiblah
kita berbaiah dan mentaati kepimpinannya.
Di bawah kepimpinan pemimpin yang dijanjikan ini berlakulah kemakmuran
yang luar biasa. Kemakmuran yang utama ialah manusia hidup dengan penuh kasih
sayang, bersatu padu, rasa bersama dan bekerjasama. Kemudian disusuli pula dengan
kemakmuran dari segi kemewahan makan minum dan tempat tinggal. Hidup satu
sama lain laksana satu keluarga, curiga mencurigai sudah tidak ada, di mana sahaja
kita pergi dan berada tiada ketakutan dan kebimbangan. Bergembiralah kita semua
dengan zaman gemilang itu yang tidak lama lagi akan menjadi kenyataan.
Selaku rakyat Malaysia berketurunan Melayu beragama Islam ini merupakan
satu khabar gembira buat kita. Tuhan memilih kebangkitan ini berlaku ditangan kita.
Saniada kita perasan atau tidak, bersiap atau tidak, setuju atau tidak, nainun janji
Tuhan pasti akan berlaku. Tuhan telah pergilir-gilirkan di kalangan bangsa-bangsa di
dunia samada dunia barat mahupun timur untuk menguasai dunia. Ini adalah satu
sunnatullah dan fakta sejarah yang tidak dapat dinafikan.
Sepatutnya bangsa Melayu bersyukur dan berbangga serta berusaha keras
berbanding bangsa-bangsa lain kerana pemimpin yang dijanjikan itu lahir di kalangan
bangsa Melayu. Dengan sebab keinginan dan usaha yang bersungguh-sungguh itu
moga-moga Allah SWT sudi menerima kita untuk menerajui sebuah empayar baru
Islam yang mana tapaknya ialah di Malaysia tanah air tercinta.
Sidang hadirin yang dimuliakan;
Kalaulah kita bersungguh-sungguh, bersama dan bekerjasama membina
kekuatan untuk menyambut dan menyokong kebangkitan Islam dan kepimpinan yang
Tuhan janjikan in, maka perjuangan kita akan menghala kepada terbentuknya satu
rupa masyarakat yang tidak ada di mana-mana dan bila-bila sebelum ini, kecuali di
zaman Rasulullah dan salafussoleh. Kita tidak rugi kalau berusaha untuk
menerimanya. InsyaAllah kita akan selamat. Sedangkan sikap prejudis dan usahausaha
untuk menafikan dan menolak janji Allah ini tidak pun memberi apa-apa
faedah. Bahkan, nampaknya masalah negara makin menjadi jadi.
Hanya pemimpin yang dijanjikan inilah yang mampu mewujudkan masyarakat
Islam yang dipuji dan dijunjung kembali oleh manusia sedunia. Waktu itu dunia ini
akan sunyi dari peperangan, pergaduhan, perpecahan dan sebarang kejahatan. Dan
mogamoga kita kembali menjadi tuan-tuan dan penguasa-penguasa yang adil di bumi
Tuhan ini seperti mana datuk nenek kita iaitu para salafussoleh yang menjawatnya
dulu. Insya-Allah. Moga-moga jadilah kita hamba-hamba yang Allah redhai, yang
layak menduduki Syurga-Nya, samada syurga yang disegerakan di dunia mahupun
syurga yang kekal abadi di Akhirat nanti.
Lahir dan Batin Hendaklah Selaras
Lahir dan batin kita biarlah sama
terhadap pegangan kita terhadap Tuhan
Janganlah satu membohongi yang lain
Janganlah akal mempercayainya,
lisan kita mengakui
tapi jiwa kita tidak menghayati
Kita yakin dengan Tuhan,
lidah kita selalu menyebut-Nya,
tapi jiwa kita tidak rasa bertuhan
Akal kita yakin Tuhan itu berkuasa
tapi kita tidak terasa
Dia menguasai kita setiap masa
Kuasa Tuhan itu hanya akal sahaja tahu,
mulut selalu berkata,
namun hati tidak terasa
Begitulah akal juga percaya Tuhan itu melihat,
lisan juga kalau ditanya dia mengiakan,
tapi hati tidak terasa dilihat
Seterusnya sifat mendengar Tuhan diterima akal,
lidah juga tidak membohonginya
namun hati tidak sedar Tuhan mendengar
Sifat mendengar Tuhan hanya diketahui
di dalam pengetahuan,
akal tidak menolaknya,
tapi hati tidak terasa
Kerana itulah kita boleh bercakap bohong
Percakapan kita selalu sahaja sia-sia
yang tidak memberi apa-apa faedah
Percakapan kita selalu sahaja membohongi
pengetahuan kita
Sikap dan pengetahuan kita tidak sama
Sikap kita membohongi akal kita
Orang mukmin sejati akal,
hati dan tindakannya sama
Ketiga-tiga anggota manusia itu selaras
Tidak membohongi satu sama lain
Jujur di luar, jujur di dalam
Apa yang nampak di luar,
itulah sifat batinnya
Tidak bertentangan satu sama lain
Ciri-ciri nifak tidak wujud
Sama ada terang-terangan
mahupun yang tersembunyi
Lahir dan batin sama-sama lurus
Tidak bercanggah satu sama lain
yang lahir dengan yang batin
Begitulah sikap mukmin sejati