Mencintai Allah Wajib lewat orangNya
Wednesday, January 10th, 2007Ya Allah,
Engkau kenalkan bahwa
Engkau adalah Tuhan
aku bangga ya Allah
Engkau adalah Tuhanku
aku sembah Engkau
selalu
tidak jemu-jemu
jangan masukkan ke dalam hatiku jemu menyembahMu
ya Allah
aku redho Engkau adalah Tuhanku
jangan Engkau tukar redhoku selainMu
aku harap Engkau juga redho denganku
redha meredhailah kita berdua
hingga bertemu
Ya Allah aku berlindung dengan Engkau
dari ku jadikan Tuhan selainMu
Engkau sudah cukup bagiku sebagai Tuhan
memiliki Engkau aku rasa bahagia
jangan Engkau jadikan aku
memiliki selainMu
Tuhan karena kelemahanku
aku tidak dapat lagi mencintaiMu
tapi tidak benci
walaupun begitu jangan pula Engkau tidak mencintai
aku
aku coba mencintaiMu, Tuhan
tapi belum menjadi kenyataan
dengan rahmatMu Tuhan
anugrahkanlah rasa cintaku kepadaMu
dan juga cintaMu kepadaku
kuharap kita cinta mencitai
kita berdua cinta mencintai biarlah kekal abadi
wahai Tuhan
Dalam surat Al
Imran ayat 31 Allah berfirman yang bermaksud:
Katakanlah Muhammad: "Jika kamu
(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni dosa-dosamu."
Dalam ayat ini sangat jelas Allah menegaskan
bahwa kita tidak mungkin mencintai Allah tanpa mengikuti, mencintai dan menaati
Rasulullah.
Permasalahan yang timbul adalah, bagaimana
mengikuti Rasul yang sudah 1400 tahun lalu wafat? Rupanya, ada cara yang Allah
buat supaya kita bisa mengikuti, mencintai dan mentaati Rasul akhir zaman
tersebut walaupun kita sudah ditinggalkannya 1400 tahun.
Bagaimana cara itu?
Rasulullah bersabda yang bermaksud: ‘ Allah akan mengutus di setiap awal seratus
tahun seorang yang akan memperbaharui agamaNya (Mujadid). Riwayat Abu Daud.
Itulah caranya wahai saudara-saudaraku yang
mendambakan cinta hakiki yaitu cinta Ilahi. Jelas dan sangat jelas sekali bahwa
rupanya perjuangan Rasulullah saw akan disambung oleh MUJADDID-MUJADDID yang
akan datang setiap seratus tahun sekali. Ketika kedatangan mujaddid maka
kebenaran itu ada pada dia. Untuk cinta Allah pun kita harus mencari dan bila
bertemu kita wajib membaiahnya (janji setia) supaya dia memandu dan membimbing
kita menuju Allah. Mujaddid ini adalah foto copy Rasulullah dalam hal
akhlaqnya, keberaniaanya, ilmunya, dll.
Mengapa wajib mencarinya dan kalau sudah
menemukannya wajib membaiahnya???
Sangat
jelas dalam hadis yang masyur:
‘wajib atas kalian berjamaah’
maksudnya kalau
berjamaah itu kan harus ada imamnya. Siapa imam yang paling afdol? ya mujaddid itulah! Dia kan utusan Tuhan yang datang setiap awal
seratus tahun. Dialah orang paling bertaqwa di zaman itu. Dia mampu mewujudkan
sistem Islam dalam jamaahnya dan musuh2nya tidak mampu menghancurkannya.
‘barangsiapa yang tidak ada tanggungan baiah di
pundaknya, kalau dia mati maka matinya dalam keadaan jahil’
maksudnya kan
sangat jelas. Dari dua hadis masyur ini, kan sangat jelas kita wajib berjamaah
dan membaiah imam. Dengan kata lain, kalau saat ini kita dalam kondisi nggak
punya jamaah dan kita tidak membaiah imam maka naas sebetulnya nasib kita.
MUSTAHIL KITA AKAN DAPAT MENCINTAI ALLAH!!!
Kalaulah kita
tidak mencari jamaah dan mencari imam yang akan kita baiah maka kondisi kita
akan menjadi seperti yang Rasulullah gambarkan:
‘Barangsiapa yang tidak dalam jamaah maka dia
seperti domba yang terpisah dari kumpulannya. serigala akan menerkamnya’
Maksudnya kan
jelas sekali, kalau kita tidak dalam jamaah dan tidak ada yang menggembala kita
(ada tanggungan baiah), maka kita akan jadi mangsa empuk si serigala (setan dan
nafsu). Gimana mo lawan nafsu dan setan, mereka kan bisa liat kita tapi kita
nggak bisa melihat mereka. KAlau kita tidak digembala oleh MUJADDID (kekasih
Allah/ orang yang tembus pandangan batinnya/ Ketua para wali Allah) maka
habislah kita.
Ketika ku hanyut semakin jauh
semakin kugapai semakin tenggelam
ketika tujuan hidup semakin kabur
kurasa ku mati sebelum kematian
apalah artinya hidup tanpa pimpinan
tiada cahaya tiada panduan
tanpa cinta dan kasih sayang buat Tuhan
segala yang kumiliki tiada berharga
tak kan kugapai cintamu tanpa pimpinan
kuterus mencari jalan kebenaran
namun yang kutemui tidak dapat obati
kerinduanku kepada pemimpin kebenaran
biarlah kuarungi tujuh samudra
kebarat
ketimur kemana saja
bahkan kurela merangkak diatas salju
asalkan ku dapat keajaiban
Tuhan manakah pemimpin
yang telahEngkau janjikan
yang menjadi bayanganRasulullah di akhir zaman
kuperlu keajaiban
tak mungkin cara biasa
tak cukup dengan logika
Tuhan kutagih janjiMu
walau payah ku menunggu
Syair diatas
menggambarkan rasa hati seorang yang gundah gulana mencari pemimpin kebenaran
yang akan menggembalanya menuju Allah. Pemimpin yang mampu membawanya ke tahap
mencintai Allah.
Saudara-saudaraku
yang dikasihi oleh Allah,
Tak sadarkah kita
bahwasanya kita ini ada di awal seratus tahun????
Bukankah ini
adalah tahun 1427H???
ini kan artinya
kita ada diawal seratus tahun yang Allah janjikan akan kedatangan seorang
MUjaddid.
KIta berada dalam
satu masa yang bertuah. Satu masa yang luar biasa. Kita berada di masa yang
sama seperti ketika kedatangan Mujaddid yang pertama yaitu Umar Bin Abdul Aziz,
masa kedatangan Mujaddid kedua yaitu Imam syafii dan seterusnya hinggalah kini
kita di awal seratus tahun yang ke 14. INILAH MASA TIBANYA UTUSAN ALLAH YANG
BERGELAR MUJADDID. Dia bukan nabi dan bukan pula Rasul, tapi dia adalah
bayangan Nabi kita MUhammad saw dalam setiap aspek kehidupannya.Taraf dia
adalah orang yang sangat bertaqwa. Dialah waliullah di zaman ini. Dia datang
bersama jamaahnya. Tak mungkin dia itu ‘lone ranger’. Pengikutnya (domba2
gembalaannya) pun mampu memberikan ketaatan yang tidak berbelah bagi bagi
Mujaddid itu. Pengikut2nya begitu sami’na waata’na berbaris bak bebek-bebek yang
mau dipulangkan ke kandangnya. Dia
datang membawa sistem kehidupan Islam, di seluruh bidang kehidupan spt:
ekonomi, pendidikan, kebudayaan, teknologi, dlldll.
Siapakah dia?????????????????????????????????????
Tak salah kiranya
kalau saya sebut MUJADDID kurun ini adalah ABUYA SYEIKH IMAM ASHAARI MUHAMMAD
AT TAMIMI. Bahkan bukan hanya mujaddid, tapi derajatnya adalah Al Fata At
TAmimi (The Tamimi Youth/ Putra Bani Tamim). Dialah pemegang panji-panji hitam
(kekuasaan) Al Mahdi.
Jangan tolak dan
komen dahulu sebelum tuan-tuan sekalian:
- Baca dan mengkaji buku ‘Abuya Syeikh
Imam Ashaari Muhammad At Tamimi, Diakah Mujaddid Kurun Ini?’. Buku tulisan
Dr. Ing Abdurrahman R. Effendi yang memaparkan tajdid yang Abuya buat.
(Buku bisa didapatkan dengan email ke saudara Affan Basalamah atau saudara
Muhammad Rizal). - Baca dan mengkaji buku ‘ Abuya
Ashaari Muhammad, Pemimpin Paling Ajaib di Zamannya’. Buku tulisan
Ustadzah Khadijah Aam. (Buku ini pula bisa didapatkan dengan email ke
saudara Affan Basalamah atau saudara Muhammad Rizal) - Mengunjungi bandar-bandar Islam yang
Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi cetuskan di seluruh dunia
(tepatnya di 18 negara). - Bertemu langsung dengan Abuya dan
bermuzakarah mencari kebenaran dengan beliau.
Kalau 4 poin
diatas sudah dibuat, silakan tolak dan silakan komen. Tapi bila itu belum
dilakukan mending diam, wait and see. Orang yang bijak akan mengkaji sesuatu
itu secara mendalam dahulu sebelum membuat kesimpulan.
Atau siapa tahu
ada yang mempunyai pendapat bahwa ada orang lain yang layak menduduki derajat
MUJADDID kurun ini selain Abuya Ashaari Muhammad, silakan dipaparkan. Bila Anda
‘nemu’ yang MUJADDID itu bukan Abuya, maka bukan hanya Saudara Affan, saudara
Rizal, saudara Adnan, TAPI ABUYA SENDIRI AKAN MENDATANGINYA DAN AKAN BERBAIAH
KEPADANYA.