Archive for January, 2007

Mencintai Allah Wajib lewat orangNya

Wednesday, January 10th, 2007

Ya Allah,

Engkau kenalkan bahwa
Engkau adalah Tuhan

aku bangga ya Allah

Engkau adalah Tuhanku

 

aku sembah Engkau
selalu

tidak jemu-jemu

jangan masukkan ke dalam hatiku jemu menyembahMu

 

ya Allah

aku redho Engkau adalah Tuhanku

jangan Engkau tukar redhoku selainMu

aku harap Engkau juga redho denganku

redha meredhailah kita berdua

hingga bertemu

 

Ya Allah aku berlindung dengan Engkau

dari ku jadikan Tuhan selainMu

Engkau sudah cukup bagiku sebagai Tuhan

memiliki Engkau aku rasa bahagia

jangan Engkau jadikan aku

memiliki selainMu

 

Tuhan karena kelemahanku

aku tidak dapat lagi mencintaiMu

tapi tidak benci

walaupun begitu jangan pula Engkau tidak mencintai
aku

aku coba mencintaiMu, Tuhan

tapi belum menjadi kenyataan 

 

dengan rahmatMu Tuhan

anugrahkanlah rasa cintaku kepadaMu

dan juga cintaMu kepadaku

kuharap kita cinta mencitai

kita berdua cinta mencintai biarlah kekal abadi

wahai Tuhan

Dalam surat Al
Imran ayat 31 Allah berfirman yang bermaksud:

Katakanlah Muhammad: "Jika kamu
(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni dosa-dosamu."
 

Dalam ayat ini sangat jelas Allah menegaskan
bahwa kita tidak mungkin mencintai Allah tanpa mengikuti, mencintai dan menaati
Rasulullah.

Permasalahan yang timbul adalah, bagaimana
mengikuti Rasul yang sudah 1400 tahun lalu wafat? Rupanya, ada cara yang Allah
buat supaya kita bisa mengikuti, mencintai dan mentaati Rasul akhir zaman
tersebut walaupun kita sudah ditinggalkannya 1400 tahun.  

Bagaimana cara itu?

Rasulullah bersabda yang bermaksud: ‘ Allah akan mengutus di setiap awal seratus
tahun seorang yang akan memperbaharui agamaNya (Mujadid)
. Riwayat Abu Daud.

 Itulah caranya wahai saudara-saudaraku yang
mendambakan cinta hakiki yaitu cinta Ilahi. Jelas dan sangat jelas sekali bahwa
rupanya perjuangan Rasulullah saw akan disambung oleh MUJADDID-MUJADDID yang
akan datang setiap seratus tahun sekali. Ketika kedatangan mujaddid maka
kebenaran itu ada pada dia. Untuk cinta Allah pun kita harus mencari dan bila
bertemu kita wajib membaiahnya (janji setia) supaya dia memandu dan membimbing
kita menuju Allah. Mujaddid ini adalah foto copy Rasulullah dalam hal
akhlaqnya, keberaniaanya, ilmunya, dll.

 Mengapa wajib mencarinya dan kalau sudah
menemukannya wajib membaiahnya???

Sangat
jelas dalam hadis yang masyur:

 ‘wajib atas kalian berjamaah’

 maksudnya kalau
berjamaah itu kan harus ada imamnya.
Siapa imam yang paling afdol? ya mujaddid itulah! Dia kan utusan Tuhan yang datang setiap awal
seratus tahun. Dialah orang paling bertaqwa di zaman itu. Dia mampu mewujudkan
sistem Islam dalam jamaahnya dan musuh2nya tidak mampu menghancurkannya.

‘barangsiapa yang tidak ada tanggungan baiah di
pundaknya, kalau dia mati maka matinya dalam keadaan jahil’

 maksudnya kan
sangat jelas. Dari dua hadis masyur ini, kan sangat jelas kita wajib berjamaah
dan membaiah imam. Dengan kata lain, kalau saat ini kita dalam kondisi nggak
punya jamaah dan kita tidak membaiah imam maka naas sebetulnya nasib kita.
MUSTAHIL KITA AKAN DAPAT MENCINTAI ALLAH!!!

Kalaulah kita
tidak mencari jamaah dan mencari imam yang akan kita baiah maka kondisi kita
akan menjadi seperti yang Rasulullah gambarkan: 

‘Barangsiapa yang tidak dalam jamaah maka dia
seperti domba yang terpisah dari kumpulannya. serigala akan menerkamnya’

Maksudnya kan
jelas sekali, kalau kita tidak dalam jamaah dan tidak ada yang menggembala kita
(ada tanggungan baiah), maka kita akan jadi mangsa empuk si serigala (setan dan
nafsu). Gimana mo lawan nafsu dan setan, mereka kan bisa liat kita tapi kita
nggak bisa melihat mereka. KAlau kita tidak digembala oleh MUJADDID (kekasih
Allah/ orang yang tembus pandangan batinnya/ Ketua para wali Allah) maka
habislah kita.
 

Ketika ku hanyut semakin jauh

semakin kugapai semakin tenggelam

ketika tujuan hidup semakin kabur

kurasa ku mati sebelum kematian

 

apalah artinya hidup tanpa pimpinan

tiada cahaya tiada panduan

tanpa cinta dan kasih sayang buat Tuhan

segala yang kumiliki tiada berharga

 

tak kan kugapai cintamu tanpa pimpinan

kuterus mencari jalan kebenaran

namun yang kutemui tidak dapat obati

kerinduanku kepada pemimpin kebenaran

 

biarlah kuarungi tujuh  samudra

 kebarat
ketimur kemana saja

bahkan kurela merangkak diatas salju

asalkan ku dapat keajaiban

 

Tuhan manakah pemimpin

yang telahEngkau janjikan

yang menjadi bayanganRasulullah di akhir zaman

kuperlu keajaiban

tak mungkin cara biasa

tak cukup dengan logika

Tuhan kutagih janjiMu

walau payah ku menunggu

 
Syair diatas
menggambarkan rasa hati seorang yang gundah gulana mencari pemimpin kebenaran
yang akan menggembalanya menuju Allah. Pemimpin yang mampu membawanya ke tahap
mencintai Allah.

 
Saudara-saudaraku
yang dikasihi oleh Allah,

 

Tak sadarkah kita
bahwasanya kita ini ada di awal seratus tahun????

Bukankah ini
adalah tahun 1427H???

ini kan artinya
kita ada diawal seratus tahun yang Allah janjikan akan kedatangan seorang
MUjaddid.

KIta berada dalam
satu masa yang bertuah. Satu masa yang luar biasa. Kita berada di masa yang
sama seperti ketika kedatangan Mujaddid yang pertama yaitu Umar Bin Abdul Aziz,
masa kedatangan Mujaddid kedua yaitu Imam syafii dan seterusnya hinggalah kini
kita di awal seratus tahun yang ke 14. INILAH MASA TIBANYA UTUSAN ALLAH YANG
BERGELAR MUJADDID. Dia bukan nabi dan bukan pula Rasul, tapi dia adalah
bayangan Nabi kita MUhammad saw dalam setiap aspek kehidupannya.Taraf dia
adalah orang yang sangat bertaqwa. Dialah waliullah di zaman ini. Dia datang
bersama jamaahnya. Tak mungkin dia itu ‘lone ranger’. Pengikutnya (domba2
gembalaannya) pun mampu memberikan ketaatan yang tidak berbelah bagi bagi
Mujaddid itu. Pengikut2nya begitu sami’na waata’na berbaris bak bebek-bebek yang
mau dipulangkan ke kandangnya. Dia
datang membawa sistem kehidupan Islam, di seluruh bidang kehidupan spt:
ekonomi, pendidikan, kebudayaan, teknologi, dlldll.

 Siapakah dia?????????????????????????????????????

 Tak salah kiranya
kalau saya sebut MUJADDID kurun ini adalah ABUYA SYEIKH IMAM ASHAARI MUHAMMAD
AT TAMIMI. Bahkan bukan hanya mujaddid, tapi derajatnya adalah Al Fata At
TAmimi (The Tamimi Youth/ Putra Bani Tamim). Dialah pemegang panji-panji hitam
(kekuasaan) Al Mahdi.

 Jangan tolak dan
komen dahulu sebelum tuan-tuan sekalian:

  1. Baca dan mengkaji buku ‘Abuya Syeikh
         Imam Ashaari Muhammad At Tamimi, Diakah Mujaddid Kurun Ini?’. Buku tulisan
         Dr. Ing Abdurrahman R. Effendi yang memaparkan tajdid yang Abuya buat.
         (Buku bisa didapatkan dengan email ke saudara Affan Basalamah atau saudara
         Muhammad Rizal).
  2. Baca dan mengkaji buku ‘ Abuya
         Ashaari Muhammad, Pemimpin Paling Ajaib di Zamannya’. Buku tulisan
         Ustadzah Khadijah Aam. (Buku ini pula bisa didapatkan dengan email ke
         saudara Affan Basalamah atau saudara Muhammad Rizal)
  3. Mengunjungi bandar-bandar Islam yang
         Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi cetuskan di seluruh dunia
         (tepatnya di 18 negara).
  4. Bertemu langsung dengan Abuya dan
         bermuzakarah mencari kebenaran dengan beliau.

 Kalau 4 poin
diatas sudah dibuat, silakan tolak dan silakan komen. Tapi bila itu belum
dilakukan mending diam, wait and see. Orang yang bijak akan mengkaji sesuatu
itu secara mendalam dahulu sebelum membuat kesimpulan.

Atau siapa tahu
ada yang mempunyai pendapat bahwa ada orang lain yang layak menduduki derajat
MUJADDID kurun ini selain Abuya Ashaari Muhammad, silakan dipaparkan. Bila Anda
‘nemu’ yang MUJADDID itu bukan Abuya, maka bukan hanya Saudara Affan, saudara
Rizal, saudara Adnan, TAPI ABUYA SENDIRI AKAN MENDATANGINYA DAN AKAN BERBAIAH
KEPADANYA.

 

Janji TUHAN

Sunday, January 7th, 2007

Ketika kuhanyut semakin jauh
semakin kugapai semakin semakin tenggelam
ketika tujuan hidup semakin kabur
terasa ku mati sebelum kematian

apalah artinya hidup tanpa pimpinan
tiada cahaya tiada panduan
tanpa cinta dan kasih sayang buat Tuhan
segala yang kumiliki tiada berharga

Well, berikut ini marilah kita simak penggalan khutbah Mursyidku.
Mursyidku itu adalah MUJADDID di kurun ini. Dia pun bukan sembarang MUJADDID, dia adalah AL FATA AT TAMIMI (PUTRA BANI TAMIM) yang Tuhan janjikan kedatangannya di akhir zaman. Dia adalah tangan kanan kepada IMAMUL MAHDI.
Selamat menyimak:

Khutbah Aidil Fitri 1427 H
Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi
Chairman Rufaqa’ Corporation International

KINI GILIRAN MELAYU MENERAJUI EMPAYAR MELALUI ISLAM

KHUTBAH 1
Saudara-saudari para hadirin yang dihormati sekalian:
Marilah kita sama-sama bersyukur kepada Allah SWT dengan sebenar-benar
syukur. Kerana Allah telah memanjangkan umur kita dan kerana kita telah sama-sama
dapat mengisi bulan Ramadhan dengan berpuasa pada siang hari, mengerjakan
sembahyang tarawih pada waktu malam, ditambah lagi dengan ibadah-ibadah lain
seperti membaca Al-Quran, membayar zakat fitrah dan lain-lain lagi. Sebentar tadi
kita sama-sama bertakbir, bertasbih, bertahmid diiringi dengan sembahyang sunat
Aidilfitri dan doa. Dan sekarang kita sama-sama mendengar khutbah hari raya
Aidilfitri.
Moga-moga pada pagi ini kita benar-benar dapat bersyukur dan bertafakur.
Kita bersyukur di atas nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita
semua, sepertimana yang telah disebutkan tadi. Dan kita bertafakur atau berfikir,
merenung dan muhasabah diri apakah ibadah kita sebulan Ramadhan itu telah
diterima Tuhan.
Saudara-saudari yang dihormati sekalian:
Pada pagi hari raya yang mulia ini Allah telah menganugerahkan nikmat yang
maha besar kepada golongan muttaqin. Orang-orang bertaqwa ini sahajalah yang
layak menyambut hari raya ini kerana Allah telah menganugerahkan kepada mereka
maghfirah, rahmat dan ganjaran besar. Hadiah itu mereka dapat kerana mereka telah
berjaya bermujahadah dan beribadah sungguh-sungguh di dalam bulan Ramadhan
yang lalu.
Selain maghfirah, rahmat dan ganjaran syurga kepada orang-orang bertaqwa,
Allah juga menjanjikan pertolongan dan kemenangan yang dekat. Di antara
pertolongan dan kemenangan yang dekat itu ialah Allah akan mewariskan bumi ini
kepada orang-orang yang bertaqwa, sebagaimana yang Allah janjikan Al Quran:
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu
dan mengerjakan amalan soleh, bahwa Dia akan menjadikan mereka berkuasa di
atas permukaan bumi ini, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang
sebelum mereka berkuasa, dan sesungguhnya Dia akan meneguhkan bagi mereka
agama yang telah diridhainya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar
keadaan inereka, sesudah mereka berada didalam ketakutan menjadi aman sentosa.
Mereka tetap menyembahku tanpa menyekutuiku dengan sesuatu apapun denganKu.
Dan barangsiapa yang tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang
yang fasiq. " (An Nur, 24: 55)
Dalam ayat ini Allah telah berjanji dan menetapkan syarat kepada umat Islam
bagaimana hendak mendapatkan janji kemenangan dari Allah itu. Allah akan
menjadikan umat Islam itu berkuasa di atas muka bumi ini dengan syarat mereka
mengusahakan taqwa. Sedangkan taqwa itu bersifat maknawi dan susah untuk
difahami. Lebih-lebih lagi susah untuk diusahakan tapi begitulah ketetapan-Nya. Ada
pun orang kafir boleh juga kecapi nilanat hidup tanpa taqwa adalah kerana disiplin
Tuhan untuk mereka itu lain daripada apa yang diperuntukkan pada orang Islam.
Tuhan telah buat dua bahagian iaitu:
1. Orang Islam kalau hendak berjaya mesti dengan taqwa (kekuatan ruh)
2. Orang bukan Islam kalau hendak berjaya mestilah dengan quwwah (kekuatan
lahir)
Kekuatan lahir nampak jelas dengan mata, kekuatan jiwa pula tidak nampak
dengan mata. Sebab itu orang Islam yang tidak faham, lebih suka mengusahakan
kekuatan lahir untuk berjaya. Sedangkan Tuhan tidak janjikan begitu. Orang yang
memilih Islam sebagai agamanya patut faham agamanya bahawa untuk berjaya dia
kena usahakan taqwa (jiwa kuat dengan Tuhan). Taqwa adalah dasar atau asas, usaha
lahir untuk memperkuatkan sahaja. Umat Islam tanpa asas taqwa, sekuat manapun
usaha lahirnya tidak akan dapat kejayaan yang Tuhan janjikan itu.
Saudara-saudari sidang hadirin yang dihormati sekalian:
Hari ini hari raya Aidilfitri 1427 Hijriah, kita berada di awal kurun ke-15
Hijriah. Ini adalah satu masa yang sangat bertuah kerana di awal kurun inilah Tuhan
menjanjikan satu kemenangan besar untuk umat Islam. Allah melalui lidah Rasul-Nya
telah mengkhabarkan satu berita gembira yang Tuhan simpan untuk umat akhir zaman
iaitu bangsa Melayu akan menjadi empayar melalui Islam tidak lama lagi. Ia akan
bermula di kurun ini. Berlakunya adalah sepertimana yang pernah berlaku kepada
bangsa Arab 1500 tahun yang lalu dan bangsa Turki 800 tahun yang lalu.
Empayar Islam kali kedua ini akan diterajui oleh bangsa kita, bangsa Melayu.
la bukan angan-angan tetapi adalah satu kenyataan kerana telah diisyaratkan melalui
lidah Rasulullah SAW untuk umat Islam akhir zaman. Mari kita lihat hadits-hadits
Rasulullah yang menggambarkannya.
Rasulullah bersabda yang bermaksud
"Telah berlaku Zaman Kenabian ke atas kamu, maka berlakulah zaman Kenabian itu
sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkat zaman itu.
Kemudian berlakulah zaman Kekhalifahan (Khulafaur Rasyidin) yang berjalan
seperti Zaman Kenabian. Maka berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah
kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya pula. Kemudian berlakulah zaman
pemerintahan yang menggigit (zaman Fitnah) Berlakulah zaman itu sepertimana
yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya pula. Kemudian berlakulah
zaman penindasan dan pennzaliman (zaman pemerintahan diktator dan demokrasi)
dan berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlakulah
pula zaman kekhalifahan (Imam Mahdi dan Nabi Isa) yang berjalan di atas cara
hidup zaman Kenabian. "
(Hadits riwayat Ahmad)
Berdasarkan hadits di atas Allah telah siapkan satu plan pemerintahan dunia mengikut
urutan berikut:
1. Zaman Kenabian
2. Zaman Kekhalifahan
3. Zaman Fitnah
4. Zaman penzaliman
5. Zaman kekhalifahan yang berjalan di atas cara hidup Zaman Kenabian iaitu
zaman Imam Mahdi dan Nabi Isa.
‘Grand Design’ di atas membuktikan bahawa Rasulullah telah
menggambarkan bahawa Islam akan melalui satu perjalanan yang menyaksikan
pergiliran era kemenangan dan kegemilangan, kejatuhan dan kegelapan. Era
seterusnya akan ditutupi dengan kemuncak kegemilangan kali kedua.
Di sebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah yang bermaksud:
Daripada Ibnu Umar r.a, bahawa Rasulullah SAW sambil memegang tangan
Sayidina Ali; baginda berkata: "Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang
memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu menyakini demikian itu
hendaklah bersama Putera dari Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari
sebelah Timur dan dialah pemegang Panji panji Al Mahdi "
(Hadtis riwayat At Tabrani)
Hadits ini menggambarkan bahawa ada dua pemimpin yang Tuhan janjikan
untuk memimpin kebangkitan Islam akhir zaman itu iaitu Putera Bani Tamim dan
Imam Mahdi. Putera Bani Tamim itu adalah pemegang panji-panji Al Mahdi yakni
pemimpin yang mengasaskan sebuah daulah Islamiyah yang měnjadi tapak empayar
Islam dan akan diserahkan kepada Imam Mahdi.
Kenyataan hadits bahwa Imam Mahdi dan Putera Bani Tamim adalah
Penyelamat yang bakal tiba, nampaknya hari ini semakin diterima, ditunggu bahkan
dirindui oleh masyarakat, samada di Malaysia dan di seluruh dunia. Bangsa asing pun
ikut menunggunya mengikut istilah bahasa masing-masing.
Dalam hadits itu juga dinyatakan bahawa kebangkitan itu bermula dari Timur,
ertinya ia diasaskan dan diperjuangkan oleh pemimpin dan bangsa dari Timur. Jika
dinilai samada secara geografi atau watak bangsa yang Rasulullah sebutkan dalam
haditshadits berkenaan maka bangsa Timur yang dimaksudkan ialah bangsa Melayu,
khususnya Malaysia.
Menyatakan orang Melayu khususnya dan orang Timur umumnya akan
menerima giliran untuk menerajui empayar Islam akhir zaman, pun nampaknya tidak
mustahil lagi. Sementelahan pula bangsa Melayu memang belum lagi mendapat
giliran untuk menerajui empayar Islam sepertimana telah berlaku pada bangsa Arab
dan Turki. Sekarang umat Melayu menjangkau 300 juta orang. Bilangan umat Islam
yang terbesar didunia.
Menyatakan Malaysia akan jadi daulah Islam yang akan diserahkan oleh
Putera Bani Tamim kepada Imam Mahdi, nampaknya watak Malaysia memang
seperti sedang diproses untuk menuju ke arah daulah Islamiyah. Penerapan Islam
dalam semua aspek kehidupan paling ketara berlaku di Malaysia. Kerajaan pula telah
mengisytiharkan Malaysia sebagai Negara Islam Hadhari dengan aman damai
walaupun rakyatnya terdiri dari berbilang kaum dan agama. Ini adalah satu petanda
awal yang membenarkan janji Tuhan akan berlakunya empayar Islam di akhir zaman
yang tapaknya ialah sebuah daulah Islamiyah. Suasana begini tidak berlaku di tempat
lain, keamanan dan keharmonian ini tidak berlaku pada bangsa lain. Pencapaian
Malaysia ini bukan berlaku dengan sendirinya, melainkan hasil didikan dan pimpinan
dari orang-orang Tuhan yang diutuskan untuk zaman ini yang Tuhan pilih dari
kalangan bangsa Melayu.
KHUTBAH 2
Sidang hadirin yang dimuliakan:
Saya telah katakan sebelum ini bahawa Melayu akan menjadi empayar melalui
Islam tidak lama lagi. Ini adalah khabar gembira buat bangsa Melayu dan semua
bangsa yang inginkan keamanan dan kedamaian. Ia bukan dicetuskan oleh orang
politik melalui sistem demokrasi, komunis atau mana-mana sistem yang ada di dunia.
Tetapi ia akan berlaku melalui dakwah dan tarbiyah dengan penuh kasih sayang.
Apabila ia berlaku penuh dengan aman damai dan harmoni, semua bangsa
gembira dan bahagia. Kehidupan yang penuh ketakutan dan pancaroba sudah berlalu.
Semua bangsa dan negara ingin bernaung di bawah pemimpin ini. Kepimpinan ini
akan berlaku hinggalah kepada kedatangan Nabi Isa as. yang membawa rahmat bukan
hanya kepada umat Islam tetapi juga diterima oleh agama samawi yang lain seperti
Yahudi dan Kristian.
Apakah yang sepatutnya kita lakukan agar suasana indah, aman, makmur yang
Tuhan janjikan itu dapat segera menjadi kenyataan? Ini adalah kerja besar yang hanya
mampu dilakukan oleh pemimpin yang dijanjikan, yakni yang bertaraf mujaddid yang
Allah bekalkan dengan ilmu ilham dan karamah untuk mempastikan kepimpinannya
itu berjaya. Pemimpin yang dijanjikan itu sahajalah yang mampu mendidik dan
memimpin masyarakat untuk mengamalkan agama itu benar-benar sebagaimana yang
Allah kehendaki yakni sebagai cara hidup (Ad-Din) yang selamat dan menyelamatkan
(Islam).
Tuhan tidak kata agama itu selamat (Assilmu) tetapi Islam, ertinya selamat dan
menyelamatkan. Kalau ertinya selamat sahaja, ia hanya disebelah pihak. Sedangkan
Allah maksudkan Islam itu selamat dan menyelamatkan, ertinya siapa yang amalkan
Islam itu kesannya memberi kebaikan dan keuntungan kepada orang lain sekalipun
orang kafir. Ad-Din itu pula adalah cara hidup yang telah diamalkan oleh Rasulullah
bersama para Sahabat, dan memberi rahmat kepada orang lain, memberi kebaikan
kepada manusia lain sekalipun bukan beragama Islam.
Yang dapat mewujudkan kehidupan selamat dan menyelamatkan ini hanya
datang dari Tuhan sahaja, samada pemimpinnya mahupun kaedahnya. Oleh itu,
apabila kita telah bertemu dengan pemimpin yang dimaksudkan itu, maka wajiblah
kita berbaiah dan mentaati kepimpinannya.
Di bawah kepimpinan pemimpin yang dijanjikan ini berlakulah kemakmuran
yang luar biasa. Kemakmuran yang utama ialah manusia hidup dengan penuh kasih
sayang, bersatu padu, rasa bersama dan bekerjasama. Kemudian disusuli pula dengan
kemakmuran dari segi kemewahan makan minum dan tempat tinggal. Hidup satu
sama lain laksana satu keluarga, curiga mencurigai sudah tidak ada, di mana sahaja
kita pergi dan berada tiada ketakutan dan kebimbangan. Bergembiralah kita semua
dengan zaman gemilang itu yang tidak lama lagi akan menjadi kenyataan.
Selaku rakyat Malaysia berketurunan Melayu beragama Islam ini merupakan
satu khabar gembira buat kita. Tuhan memilih kebangkitan ini berlaku ditangan kita.
Saniada kita perasan atau tidak, bersiap atau tidak, setuju atau tidak, nainun janji
Tuhan pasti akan berlaku. Tuhan telah pergilir-gilirkan di kalangan bangsa-bangsa di
dunia samada dunia barat mahupun timur untuk menguasai dunia. Ini adalah satu
sunnatullah dan fakta sejarah yang tidak dapat dinafikan.
Sepatutnya bangsa Melayu bersyukur dan berbangga serta berusaha keras
berbanding bangsa-bangsa lain kerana pemimpin yang dijanjikan itu lahir di kalangan
bangsa Melayu. Dengan sebab keinginan dan usaha yang bersungguh-sungguh itu
moga-moga Allah SWT sudi menerima kita untuk menerajui sebuah empayar baru
Islam yang mana tapaknya ialah di Malaysia tanah air tercinta.
Sidang hadirin yang dimuliakan;
Kalaulah kita bersungguh-sungguh, bersama dan bekerjasama membina
kekuatan untuk menyambut dan menyokong kebangkitan Islam dan kepimpinan yang
Tuhan janjikan in, maka perjuangan kita akan menghala kepada terbentuknya satu
rupa masyarakat yang tidak ada di mana-mana dan bila-bila sebelum ini, kecuali di
zaman Rasulullah dan salafussoleh. Kita tidak rugi kalau berusaha untuk
menerimanya. InsyaAllah kita akan selamat. Sedangkan sikap prejudis dan usahausaha
untuk menafikan dan menolak janji Allah ini tidak pun memberi apa-apa
faedah. Bahkan, nampaknya masalah negara makin menjadi jadi.
Hanya pemimpin yang dijanjikan inilah yang mampu mewujudkan masyarakat
Islam yang dipuji dan dijunjung kembali oleh manusia sedunia. Waktu itu dunia ini
akan sunyi dari peperangan, pergaduhan, perpecahan dan sebarang kejahatan. Dan
mogamoga kita kembali menjadi tuan-tuan dan penguasa-penguasa yang adil di bumi
Tuhan ini seperti mana datuk nenek kita iaitu para salafussoleh yang menjawatnya
dulu. Insya-Allah. Moga-moga jadilah kita hamba-hamba yang Allah redhai, yang
layak menduduki Syurga-Nya, samada syurga yang disegerakan di dunia mahupun
syurga yang kekal abadi di Akhirat nanti.