Mencintai Allah Wajib lewat orangNya

Ya Allah,

Engkau kenalkan bahwa
Engkau adalah Tuhan

aku bangga ya Allah

Engkau adalah Tuhanku

 

aku sembah Engkau
selalu

tidak jemu-jemu

jangan masukkan ke dalam hatiku jemu menyembahMu

 

ya Allah

aku redho Engkau adalah Tuhanku

jangan Engkau tukar redhoku selainMu

aku harap Engkau juga redho denganku

redha meredhailah kita berdua

hingga bertemu

 

Ya Allah aku berlindung dengan Engkau

dari ku jadikan Tuhan selainMu

Engkau sudah cukup bagiku sebagai Tuhan

memiliki Engkau aku rasa bahagia

jangan Engkau jadikan aku

memiliki selainMu

 

Tuhan karena kelemahanku

aku tidak dapat lagi mencintaiMu

tapi tidak benci

walaupun begitu jangan pula Engkau tidak mencintai
aku

aku coba mencintaiMu, Tuhan

tapi belum menjadi kenyataan 

 

dengan rahmatMu Tuhan

anugrahkanlah rasa cintaku kepadaMu

dan juga cintaMu kepadaku

kuharap kita cinta mencitai

kita berdua cinta mencintai biarlah kekal abadi

wahai Tuhan

Dalam surat Al
Imran ayat 31 Allah berfirman yang bermaksud:

Katakanlah Muhammad: "Jika kamu
(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni dosa-dosamu."
 

Dalam ayat ini sangat jelas Allah menegaskan
bahwa kita tidak mungkin mencintai Allah tanpa mengikuti, mencintai dan menaati
Rasulullah.

Permasalahan yang timbul adalah, bagaimana
mengikuti Rasul yang sudah 1400 tahun lalu wafat? Rupanya, ada cara yang Allah
buat supaya kita bisa mengikuti, mencintai dan mentaati Rasul akhir zaman
tersebut walaupun kita sudah ditinggalkannya 1400 tahun.  

Bagaimana cara itu?

Rasulullah bersabda yang bermaksud: ‘ Allah akan mengutus di setiap awal seratus
tahun seorang yang akan memperbaharui agamaNya (Mujadid)
. Riwayat Abu Daud.

 Itulah caranya wahai saudara-saudaraku yang
mendambakan cinta hakiki yaitu cinta Ilahi. Jelas dan sangat jelas sekali bahwa
rupanya perjuangan Rasulullah saw akan disambung oleh MUJADDID-MUJADDID yang
akan datang setiap seratus tahun sekali. Ketika kedatangan mujaddid maka
kebenaran itu ada pada dia. Untuk cinta Allah pun kita harus mencari dan bila
bertemu kita wajib membaiahnya (janji setia) supaya dia memandu dan membimbing
kita menuju Allah. Mujaddid ini adalah foto copy Rasulullah dalam hal
akhlaqnya, keberaniaanya, ilmunya, dll.

 Mengapa wajib mencarinya dan kalau sudah
menemukannya wajib membaiahnya???

Sangat
jelas dalam hadis yang masyur:

 ‘wajib atas kalian berjamaah’

 maksudnya kalau
berjamaah itu kan harus ada imamnya.
Siapa imam yang paling afdol? ya mujaddid itulah! Dia kan utusan Tuhan yang datang setiap awal
seratus tahun. Dialah orang paling bertaqwa di zaman itu. Dia mampu mewujudkan
sistem Islam dalam jamaahnya dan musuh2nya tidak mampu menghancurkannya.

‘barangsiapa yang tidak ada tanggungan baiah di
pundaknya, kalau dia mati maka matinya dalam keadaan jahil’

 maksudnya kan
sangat jelas. Dari dua hadis masyur ini, kan sangat jelas kita wajib berjamaah
dan membaiah imam. Dengan kata lain, kalau saat ini kita dalam kondisi nggak
punya jamaah dan kita tidak membaiah imam maka naas sebetulnya nasib kita.
MUSTAHIL KITA AKAN DAPAT MENCINTAI ALLAH!!!

Kalaulah kita
tidak mencari jamaah dan mencari imam yang akan kita baiah maka kondisi kita
akan menjadi seperti yang Rasulullah gambarkan: 

‘Barangsiapa yang tidak dalam jamaah maka dia
seperti domba yang terpisah dari kumpulannya. serigala akan menerkamnya’

Maksudnya kan
jelas sekali, kalau kita tidak dalam jamaah dan tidak ada yang menggembala kita
(ada tanggungan baiah), maka kita akan jadi mangsa empuk si serigala (setan dan
nafsu). Gimana mo lawan nafsu dan setan, mereka kan bisa liat kita tapi kita
nggak bisa melihat mereka. KAlau kita tidak digembala oleh MUJADDID (kekasih
Allah/ orang yang tembus pandangan batinnya/ Ketua para wali Allah) maka
habislah kita.
 

Ketika ku hanyut semakin jauh

semakin kugapai semakin tenggelam

ketika tujuan hidup semakin kabur

kurasa ku mati sebelum kematian

 

apalah artinya hidup tanpa pimpinan

tiada cahaya tiada panduan

tanpa cinta dan kasih sayang buat Tuhan

segala yang kumiliki tiada berharga

 

tak kan kugapai cintamu tanpa pimpinan

kuterus mencari jalan kebenaran

namun yang kutemui tidak dapat obati

kerinduanku kepada pemimpin kebenaran

 

biarlah kuarungi tujuh  samudra

 kebarat
ketimur kemana saja

bahkan kurela merangkak diatas salju

asalkan ku dapat keajaiban

 

Tuhan manakah pemimpin

yang telahEngkau janjikan

yang menjadi bayanganRasulullah di akhir zaman

kuperlu keajaiban

tak mungkin cara biasa

tak cukup dengan logika

Tuhan kutagih janjiMu

walau payah ku menunggu

 
Syair diatas
menggambarkan rasa hati seorang yang gundah gulana mencari pemimpin kebenaran
yang akan menggembalanya menuju Allah. Pemimpin yang mampu membawanya ke tahap
mencintai Allah.

 
Saudara-saudaraku
yang dikasihi oleh Allah,

 

Tak sadarkah kita
bahwasanya kita ini ada di awal seratus tahun????

Bukankah ini
adalah tahun 1427H???

ini kan artinya
kita ada diawal seratus tahun yang Allah janjikan akan kedatangan seorang
MUjaddid.

KIta berada dalam
satu masa yang bertuah. Satu masa yang luar biasa. Kita berada di masa yang
sama seperti ketika kedatangan Mujaddid yang pertama yaitu Umar Bin Abdul Aziz,
masa kedatangan Mujaddid kedua yaitu Imam syafii dan seterusnya hinggalah kini
kita di awal seratus tahun yang ke 14. INILAH MASA TIBANYA UTUSAN ALLAH YANG
BERGELAR MUJADDID. Dia bukan nabi dan bukan pula Rasul, tapi dia adalah
bayangan Nabi kita MUhammad saw dalam setiap aspek kehidupannya.Taraf dia
adalah orang yang sangat bertaqwa. Dialah waliullah di zaman ini. Dia datang
bersama jamaahnya. Tak mungkin dia itu ‘lone ranger’. Pengikutnya (domba2
gembalaannya) pun mampu memberikan ketaatan yang tidak berbelah bagi bagi
Mujaddid itu. Pengikut2nya begitu sami’na waata’na berbaris bak bebek-bebek yang
mau dipulangkan ke kandangnya. Dia
datang membawa sistem kehidupan Islam, di seluruh bidang kehidupan spt:
ekonomi, pendidikan, kebudayaan, teknologi, dlldll.

 Siapakah dia?????????????????????????????????????

 Tak salah kiranya
kalau saya sebut MUJADDID kurun ini adalah ABUYA SYEIKH IMAM ASHAARI MUHAMMAD
AT TAMIMI. Bahkan bukan hanya mujaddid, tapi derajatnya adalah Al Fata At
TAmimi (The Tamimi Youth/ Putra Bani Tamim). Dialah pemegang panji-panji hitam
(kekuasaan) Al Mahdi.

 Jangan tolak dan
komen dahulu sebelum tuan-tuan sekalian:

  1. Baca dan mengkaji buku ‘Abuya Syeikh
         Imam Ashaari Muhammad At Tamimi, Diakah Mujaddid Kurun Ini?’. Buku tulisan
         Dr. Ing Abdurrahman R. Effendi yang memaparkan tajdid yang Abuya buat.
         (Buku bisa didapatkan dengan email ke saudara Affan Basalamah atau saudara
         Muhammad Rizal).
  2. Baca dan mengkaji buku ‘ Abuya
         Ashaari Muhammad, Pemimpin Paling Ajaib di Zamannya’. Buku tulisan
         Ustadzah Khadijah Aam. (Buku ini pula bisa didapatkan dengan email ke
         saudara Affan Basalamah atau saudara Muhammad Rizal)
  3. Mengunjungi bandar-bandar Islam yang
         Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi cetuskan di seluruh dunia
         (tepatnya di 18 negara).
  4. Bertemu langsung dengan Abuya dan
         bermuzakarah mencari kebenaran dengan beliau.

 Kalau 4 poin
diatas sudah dibuat, silakan tolak dan silakan komen. Tapi bila itu belum
dilakukan mending diam, wait and see. Orang yang bijak akan mengkaji sesuatu
itu secara mendalam dahulu sebelum membuat kesimpulan.

Atau siapa tahu
ada yang mempunyai pendapat bahwa ada orang lain yang layak menduduki derajat
MUJADDID kurun ini selain Abuya Ashaari Muhammad, silakan dipaparkan. Bila Anda
‘nemu’ yang MUJADDID itu bukan Abuya, maka bukan hanya Saudara Affan, saudara
Rizal, saudara Adnan, TAPI ABUYA SENDIRI AKAN MENDATANGINYA DAN AKAN BERBAIAH
KEPADANYA.

 

One Response to “Mencintai Allah Wajib lewat orangNya”

  1. WeW Says:

    yg terpenting adl..

    taat pd Allah , taat pada Rasulullah dan ulil amri diantara orng2 beriman..

    jika berlainan pendapat, maka kembalikan ke AQ dan AH…

Leave a Reply