Archive for March, 2007

Ahlul Bait

Saturday, March 10th, 2007

Rasulullah Muhammad
SAW dan Ahlul Baitnya

 

Dalam Shahih Muslim ada sebuah hadis Rasululah yang
meriwayatkan bahwa Zaid bin Al Arqam berkata: Rasulullah SAW berkhutbah di
hadapan kami di tempat mata air bernama Khuma antara Makah dan Madinah. Baginda
memanjatkan syukur kepada Allah SWT, mengingatkan dan memberi nasehat kepada
kami, kemudian bersabda: “Amma ba’du. Hai sekalian manusia,
sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Utusan Tuhanku (yakni Malaikat Maut)
hampir tiba dan aku harus memenuhi panggilanNya. Aku tinggalkan pada kalian
Ath-Thaqalain (dua bekal berat). Yang pertama adalah Kitabullah, di dalamnya
terdapat petunjuk dan cahaya terang. Maka amalkan dan berpegang teguhlah
kepadanya.

 

Setelah berhenti sejenak baginda melanjutkan: “Dan Ahlul
Baitku. Aku ingtkan kalian kepada Allah mengenai Ahlul Baitku, aku ingatkan
kalian kepada Allah mengenai Ahlul Baitku, aku ingatkan kalian kepada Allah
mengenai Ahlul Baitku.

 

 

Bagi saya, yang telah hidup
hampir 25 tahun di muka bumi ini, saya tidak pernah diajar mengenai siapa ahlul
bait itu dan bagaimana bersikap dengan ahlul bait. Rupanya, ahlul bait itu
adalah wasiat Rasulullah yang Rasulullah sendiri telah memberikan panduan
mengenai para ahlul bait itu. Abuya-lah yang pertama kali mengajar saya mengenai
ahlul bait ini 2 tahun lepas.

 

Kemudian, saya berjumpa dengan
sebuah buku yang cukup bagus bercerita mengenai ahlul bait dan perannannya
dalam penyebaran Islam di Nusantara ini. Buku itu berjudul: Mengenal Ahlul Bait
Rasulullah SAW tulisan HMH Al Hamid Al Husaini.

 

Saat ini saya baru menemukan buku
yang juga cukup bagus mengenai keluarga dan keturunan Rasulullah saw. Disusun
oleh sepasang suami istri (Tun) Suzana (Tun)
Hj Othman dan Hj. Muzaffar Dato’ Hj Mohamad. Judulnya: Ahlul Bait (keluarga)
Rasulullah SAW dan Kesultanan Melayu.

 

Sebuah buku yang layak disimak
mengingat banyaknya ahlul bait di sekeliling kita di Nusantara ini. Atau
jangan-jangan Anda juga termasuk Ahlul Bait tetapi sudah tidak menyadarinya
atau tidak ambil peduli? Sehingga tidak mampu bersikap

 

Allahumma sholli ‘ala sayidina Muhammad
wa ‘ala alihi wasohbihi ajma’in.