Doa Untuk Bangsa

Saya minta ampun ya Allah…
Ya Ghofur Ya Rahim…kasihanilah bangsa ini…
Angkatlah bala bencana di bumi Indonesia ini…
Curahkanlah rahmat dan berkatMu Ya Rahman Ya RAhim….

Saya harap itulah yang dirasakan oleh ribuat jemaat yang menghadiri Doa Untuk Bangsa.

Saat akal sudah tak mampu lagi. Ketika tiada lagi tempat bersandar dan meminta tolong, MENGAPA MASIH SOMBONG?

Bukankah kita hamba yang lemah. Tiada daya dan upaya yang kita miliki kecuali dengan izin Allah.

Saudaraku….
kembali kepada Allah bukan hanya sekedar merintih, ampun ya Allah…ampun…tolonglah hambaMu ini. Tak cukup sekedar itu saudaraku.

Saudaraku…
ingatlah kembali cerita kaum Nabi Yunus setelah Nabi Yunus meninggalkan mereka karena tidak mau mengikuti ajakan Nabi Yunus untuk meng-Esa-kan Allah. Lalu Allah timpakan kepada mereka azab dan bala bencana. Mereka pun insyaf dan ingin kembali kepada Allah. Bagaimana mereka kembali kepada Allah? MEREKA KEMBALI KEPADA ALLAH DENGAN CARA MENCARI NABI YUNUS!

Ingatlah pula cerita kaum Bani Israil di zaman NAbi Samuel. Ketika itu mereka dijajah oleh Jalut. Mereka pun meminta tolong kepada Nabi Samuel agar menunjuk seorang pemimpin untuk memimpin mereka berperang. Nabi Samuel pun berdoa dan kemudian beliau mendapat wahyu bahwa yang menjadi pemimpin adalah Tholut seorang petani kampung.

Saudaraku….
sia-sia saja kita merintih kalau kita tidak mencari ORANG TUHAN. Di zaman nabi dan rasul, nabi dan rasul itulah ORANG TUHAN. Sekarang ini, di zaman ketiadaan nabi dan rasul maka ORANG TUHAN itu adalah MUJADDID. Dia akan datang setiap awal seratus tahun hijriah. Carilah dia. Merujuklah kepada dia. Berserah dirilah padanya, untuk dibawa menuju Allah.

Siapakah Mujaddid abad 15 Hijriah ini?
Dialah Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi.

Leave a Reply